• Call Us +62 21 5790 3535

Peran Manajemen Risiko terhadap Perwujudan Good Corporate Governance

Good Corporate Governance (GCG) adalah sistem yang digunakan untuk mengarahkan dan mengendalikan kegiatan bisnis perusahaan. The Organization for Economic Development (OECD) dalam Sutojo dan Aldridge (2008) mendefnisikan corporate governance sebagai berikut: “Corporate governance adalah sistem yang digunakan untuk mengarahkan dan mengendalikan kegiatan bisnis perusahaan. Jatuhnya perekonomian di dunia pada tahun 1998 dikarenakan lemahnya sistem corporate governance menekan adanya kebutuhan untuk memperbaiki dan melakukan reformasi corporate governance pada tingkat internasional. Jika dipahami dengan benar, corporate governance yang baik diyakini akan memberikan manfaat lebih bagi perusahaan, manajemen, pekerja, dan pihak lain yang terkait dengan kegiatan perusahaan.

Penerapan manajemen risiko di Indonesia dipicu oleh regulasi pemerintah yang mewajibkan setiap sektor publik dan BUMN untuk mewujudkan nilainilai GCG pada perusahaan mereka, di antaranya adalah:

  1. Keputusan Menteri No. KEP-117/MMBU/2002 Tanggal 31 Juli 2002 tentang Penerapan Praktik GCG pada BUMN.
  2. Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2004.
  3. Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 11/25/PBI/2009 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
  4. Keputusan Menteri No. 168 Tahun 2010 Tentang Pemeriksaan Perusahaan Perasuransian, Pasal 3, menyatakan tujuan dari pemeriksaan adalah untuk memastikan bahwa perusahaan perasuaransian menerapkan manajemen risiko yang baik.

Mengapa Manajemen Risiko Penting Dalam Perwujudan Good Corporate Governance ?

Manajemen risiko berperan penting dalam menjamin terwujudnya prinsip-prinsip GCG di lingkungan perusahaan. Menurut Pradana Yana, A dan Rikumahu, B (2014) dalam penelitiannya, penerapan manajemen risiko di salah satu perusahaan asuransi di Indonesia dinilai baik dan perwujudan GCG juga sudah dilakukan dengan baik. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifkan antara manajemen risiko dan GCG sebesar 53,40%.

Manajemen risiko merupakan unsur terpenting dalam mewujudkan GCG, berikut uraian pendapat para ahli:

  • Manajemen risiko mengidentifkasi dan mengelola risiko-risiko yang akan mempengaruhi pencapaian nilai yang diinginkan oleh perusahaan (Yana A P dan Brady R, 2014).
  • Manajemen risiko mengeliminasi kemungkinan dari rendahnya penghasilan yang diraih organisasi, dan dapat membantu organisasi bergerak pada optimalisasi modal dan struktur kepemilikan (Stulz, 2005).
  • Manajemen risiko berperan dalam memberikan jaminan yang wajar terhadap pencapaian sasaran organisasi, memberikan perlindungan kepada para pemangku jabatan terhadap akibat buruk yang mungkin terjadi yang disebabkan oleh risiko (Susilo dan Kaho, 2010).

Dari berbagai penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa manajemen risiko merupakan unsur yang ikut menentukan keberhasilan penerapan GCG di dalam suatu perusahaan. Saat penerapan manajemen risiko membaik, perusahaan akan menambah control risiko pada core competence dan competitive advantage, maka hubungan antara manajemen risiko dan GCG akan semakin akut (Drew dan Kendrick, 2005:33).

 

Sumber:

Pradana, Yana, A dan Rikumahu, B. 2014. Penerapan Manajemen Risiko terhadap Perwujudan Good Corporate Governance pada Perusahaan Asuransi. Trikonomika, 13(2):195–204