• Call Us +62 21 5790 3535

Asuransi Asei Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan Yang Semakin Kompleks

Media Asuransi – Banyak pihak merespon positif dengan nama baru PT Asuransi Asei Indonesia setelah melakukan transformasi perubahan nama dari PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) dan
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Melalui nama dan logo baru, Shareholder  mengharapkan perusahaan asuransi yang sudah berpengalaman dan memiliki kompetensi dibidang perasuransian dan jaminan ini, akan kian dinamis dan mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Ini juga sesuai visi Asuransi Asei menjadi perusahaan asuransi keuangan terkemuka dan terpercaya di Indonesia melalui layanan terintegrasi berbasis teknologi. Sekaligus, berusaha menembus bursa perasuransian menjadi perusahaan asuransi yang sejajar dengan asuransi besar lainnya untuk ‘bertarung’ di level nasional. Peristiwa ini menjadi sebuah lompatan bagi Asuransi Asei ke depannya yang memiliki orientasi pada customer satisfaction melalui produk dan pelayanan inovati serta kerjasama tim solid.
Direktur Asuransi Asei Yunisyaaf Y Arief mengungkapkan banyak hal yang dapat ditingkatkan oleh Asuransi Asei untuk dapat meraih pasar asuransi yang masih terbuka luas ini. “Hanya saja untuk dapat menguasai pasar tersebut, kita tidak bisa kalau hanya berdiam diri saja dikantor mengandalkan customer melalui telepon atau email saja. Adanya face to face dengan klien tetap diperlukan dan penting keberadanya. Teknik digital tidak bisa sepenuhnya menjadi sarana berjualan seperti di industri keuangan asuransi, tetapi hanya sebagai alat bantu. Financial transaction ini sangat complicated”, kata pria yang biasa disapa Johnny ini.
Sejalan dengan mulai diterapkannya asuransi financial di Asei, Johnny mengatakan, strateginya pun agak berbeda dengan sebelumnya. Yakni, kalau dahulu pasif marketing, kalau sekarang harus aktif marketing. Asuransi Asei memiliki banyak produk yang bisa ditawarkan kepada klien. Dijelaskan, Dalam perkembangannya, Asei tidak harus bergerak secara korporat tapi juga dapat melayani produk ritel. Misalkan, uintuk pengiriman barang ekspor impor tidak harus dalam bentuk besar dan banyak saja dengan menggunakan kontainer-kontainer, tapi juga bisa melayani yang kecil-kecil. Karena, yang kecil-kecil itu yang lebih banyak pergerakannya dan pemain yang kecil-kecil itu bisa menggerogoti yang besar-besar. “Jadi, di ekspor impor itu dari A sampai Z bisa diasuransikan semua. Dalam hal ini Asei bisa melakukannya karena masih banyak bisnis yang belum digarap. Belum lagi untuk produk yang bersifat customize,” ucap pria kelahiran Jakarta 56 tahun ini.
Pria yang bergabung di Asuransi Asei November lalu ini menjelaskan, asuransi finansial itu berbeda dengan general insurance karena lebih bersifat konsultatif dan cakupannya lebih luas lagi. Asuransi keuangan nantinya lebih banyak berhubungan dengan bank, tapi bukan semata-mata ke bank saja. Sebagai perusahaan asuransi yang masuk  asuransi finansial, ada tiga yang di-cover Asei yakni, asuransi penjaminan, asuransi ekspor impor, dan asuransi kredit. Dari ketiga hal tersebut yang sudah berjalan asuransi penjaminan dan asuransi kredit. “Saat ini, kami tengah melakukan penjajagan ke bank-bank untuk memperluas kerjasama tersebut dan melakukan sinergi. Dimana, sinergi itu bisa terjadi kalau kedua institusi dan personnya telah mengenal secar baik,” ujarnya.
Sebagai orang yang sudah puluhan tahun bergelut di marketing, Johnny juga mengingatkan misalkan dalam merumuskan sebuah produk jangan melakukan sendiri tanpa melibatkan pihak klien. Hal itu perlu dilakukan agar produk yang akan dibuat dapat langsung diterima. “Jadi, kita harus mendatangi mereka untuk tahu keinginannya seperti apa, tidak bisa hanya menungu saja costumer yang datang. Ini yang namanya costumer oriented aktif mendatangi klien. Selama inti atau nyawa produk tidak berubah, hal ini juga tidak mengubah regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Kita hanya melakukan cutomisasi saja,” jelasnya.
Pria yang mengawali karir di Kementrian Industri Republik Indonesia ini, meraih gelar strata satu di Universitas Nasional Jurusan MIPA, kemudian meneruskan pendidikan di The University of New South Wales – Sidney, Australia dengan program M. Appsc In En. Biotechnoligy dan program Research for PhD in Biotechnology pada The university of New
South Wales – Sidney, Australia. Selanjutnya, mendapatkan gelar Doktoral Administrasi
Bisnis pada Universitas Padjajaran Bandung. Kinerja Asei dengan perubahan nama
baru terus bertumbuh dengan baik. Di tengah ekonomi Indonesia dan asuransi global
yang sedang melesu saat ini, asuransi Asei mampu tumbuh dengan pencapaian target
sebagaimana yang direncanakan oleh perseroan.
Untuk akhir tahun 2017 diharapkan mampu mencapai bisnis hingga diangka Rp1
triliun. Asuransi Asei juga meningkatkan pelayanan customer service serta memberikan
kemudahan akses informasi bagi nasabah. Asuransi Asei akan semakin dekat dengan
nasabahnya yang saling menguntungkan. (Media Asuransi/316)