• Call Us +62 21 5790 3535

Asuransi Kredit dan Penjaminan Kredit

a. Asuransi Kredit

Asuransi Kredit merupakan proteksi yang diberikan Asuransi Asei selaku “PENANGGUNG” kepada Bank/Lembaga Keuangan Non Bank selaku “TERTANGGUNG” atas risiko kegagalan Debitur di dalam melunasi fasilitas kredit atau pinjaman tunai (cash loan) yang diberikan oleh Bank/Non Bank. Bersifat bi-party agreement antara Bank/Non Bank dengan Asuransi Asei. Dalam hal ini Debitur tidak termasuk para pihak dalam perjanjian pertanggungan Asuransi Asei atas kredit yang disalurkan Bank / Non Bank kepada Debitur. Ganti Rugi Asuransi Asei berkisar antara 70% sampai dengan 80% dari besarnya Kerugian Bank / Non Bank.

Jenis-jenis Asuransi Kredit :

  1. Asuransi Kredit Modal Kerja (KMK) Transaksional untuk proyek konstruksi/non konstruksi, pengadaan barang/jasa, pembiayaan tagihan/piutang, pembiayaan stock/barang dan Pre Eksport Financing
  2. Asuransi KMK Umum Revolving / Rekening Koran
  3. Asuransi KMK Umum Aplofend
  4. Asuransi Kredit Investasi/Project Financing
  5. Asuransi Kredit Mikro pola executing kepada Lembaga Keuangan (BPR/BPRS, Koperasi/Koperasi Simpan Pinjam/Koperasi Karyawan/Koperasi Pegawai/Koperasi Jasa Keuangan Syariah/KJKS)
  6. 6. Asuransi Kredit Mikro pola channeling, langsung kepada end user (perorangan/karyawan/pegawai)
  7. Asuransi Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E)
  8. Asuransi Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

b. Penjaminan Kredit

Memberikan jaminan kepada Bank atas risiko kegagalan Debitur/Principal dalam melunasi fasilitas pinjaman non tunai (non cash loan) yang diberikan oleh Bank. Bersifat Three-Party Agreement yang melibatkan Bank, Debitur/Principal dan Asuransi Asei dengan adanya Indemnity Agreement yang merupakan suatu bentuk Recourse Agreement kepada Debitur/Principal dalam hal Asuransi Asei telah membayarkan klaim kepada Bank, maka Debitur berkewajiban mengembalikan kepada Asuransi Asei senilai klaim (plus denda bunga) yang telah dibayarkan oleh Asuransi Asei kepada Bank. Ganti Rugi Asuransi Asei sebesar 100% dari besarnya Kerugian Bank.

Jenis-jenis Penjaminan Kredit :

  1. Jaminan Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor (Usance L/C dan Sight L/C sublimit TR/UPAS) Jaminan yang diberikan oleh Asuransi Asei kepada Bank Pembuka L/C Impor untuk kepentingan Applicant / Importir dalam hal terjadi kegagalan pembayaran (default payment) pada saat jatuh tempo L/C.
  2. Jaminan Pembukaan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) baik Usance maupun Sight sublimit TR/UPAS). Jaminan yang diberikan oleh Asuransi Asei kepada Bank Pembuka SKBDN untuk kepentingan Applicant / Importir dalam hal terjadi kegagalan pembayaran (default payment) pada saat jatuh tempo SKBDN.
  3. Jaminan Kontra Bank Garansi (Counter Guarantee) dan Standby L/C (SBLC). Jaminan yang diberikan Asuransi Asei kepada Bank Penerbit Bank Garansi / SBLC untuk kepentingan nasabah (Debitur / Principal) apabila Principal/Nasabah mengalami wanprestasi.

Obyek penjaminan Bank Garansi antara lain untuk keperluan :

  • Jaminan penawaran / Bid Bond,
  • Jaminan pelaksanaan / Performance Bond,
  • Jaminan uang muka / Advance Payment Bond,
  • Jaminan pembayaran / Payment Bond, baik konstruksi maupun non konstruksi.
  • Jaminan pemeliharaan / Maintenance Bond,
  • Jaminan untuk keperluan lainnya (kecuali jaminan untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Lembaga Keuangan).

Manfaat-manfaat Asuransi Kredit & Penjaminan Kredit :

a. Bagi Perbankan

  1. Transaksi yang tidak bankable karena tidak memenuhi persyaratan collateral akan tetapi feasible dapat dibantu dengan adanya Asuransi dan Penjaminan Kredit dari Asuransi Asei. Asuransi atau penjaminan kredit dari Asuransi Asei dapat menggantikan sebagian collateral yang diperlukan Perbankan dalam mendukung pemberian kredit kepada sektor riil.
  2. Untuk transaksi non-cash loan khususnya, tergantung kepada penilaian risiko berdasarkan risks assessment Asuransi Asei yang juga mempertimbangkan risks analysis dari Bank,Asuransi Asei dapat memberikan penjaminan sampai 100% (seratus persen) dari nilai non-cash loan yang diberikan oleh Bank dan persyaratan Agunan/collateral yang lebih ringan bagi nasabah.
  3. Mengurangi risks premium sehingga lending rate dapat lebih kompetitif. Risiko kredit yang dialihkan kepada Asuransi Asei dapat diperhitungkan sebagai penurunan unsur risiko dalam pricing suku bunga (mengurangi risks premium).
  4. Pengurangan Bobot ATMR atas kredit yang diasuransikan atau dijaminkan kepada Asuransi Asei sebagai BUMN di bidang asuransi dan penjaminan kredit dihitung sebesar 50% (lima puluh persen) sesuai Surat Edaran BI No.11/1/DPNP tanggal 21 Januari 2009, sehingga pemakaian kredit tidak menggerus banyak rasio kecukupan modal Bank.
  5. Fee-based income dan penempatan cash collateral Debitur pada Bank sehingga Bank dapat menarik manfaat dari penempatan dana tersebut.
  6. Safety net perbankan menghindari 100% own retention. Dengan memanfaatkan fasilitas Asuransi Kredit Asuransi Asei, Bank telah mengembangkan strategic partnership yang kuat dengan salah satu jaring pengaman (safety net) Perbankan terhadap risiko atas kredit yang disalurkannya. Bank tidak harus menanggung sendiri keseluruhan beban kerugian (100% own retention) yang dalam jangka panjang dapat berakibat catashtropical risks, dengan cara mengalihkan kemungkinan risiko kerugian kepada Asuransi Asei.
  7. Second opinion dalam analisa pemberian kredit. Asuransi Asei melakukan risks assessment terhadap pertanggungan / penjaminan yang akan diberikan Perbankan kepada Asuransi Asei. Dengan demikian Bank akan memperoleh second opinion dari Asuransi Asei.
  8. Clients referrals, Asuransi Asei dapat memberikan referrals atas nasabah-nasabah yang memiliki track record baik untuk dapat memanfaatkan fasilitas Bank.
  9. Fungsi intermediasi perbankan meningkat. Bank lebih kompetitif, berani dan bergairah di dalam menyalurkan kredit kepada sektor riil, dengan adanya proteksi kredit dan insentif non subsidi manfaat-manfaat diatas. Dengan demikian fungsi intermediasi Perbankan khususnya untuk pembiayaan sektor riil akan meningkat.

b. Manfaat Bagi Sektor Riil/Debitur

  1. Sektor riil akan terbantu likuiditasnya dengan adanya produk Asuransi Asei yang menjadi jembatan penghubung antara sektor riil dan Perbankan.
  2. Competitiveness sektor riil akan terbantu melalui : Likuiditas yang cukup serta fasilitas kredit dengan tingkat bunga yang lebih baik, karena adanya pembiayaan Bank yang didukung oleh Asuransi Asei.
  3. Lapangan kerja baru tercipta sehingga mengurangi tingkat pengangguran.

c. Dukungan Reasuransi

Reasuradur Treaty Asuransi Kredit adalah :

  • PT Reasuransi Nasional Indonesia (leader)
  • PT Reasuransi Internasional Indonesia
  • PT Tugu Reasuransi Indonesia
  • PT Asuransi Bumida 1967