• Call Us +62 21 5790 3535

Penerapan Four Eyes Principles Dalam Manajemen Risiko Perusahaan (Bagian I)

Perkembangan industri khususnya industri jasa asuransi saat ini yang semakin dinamis mendorong perusahaan jasa asuransi untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat mempertahankan sustainabilitas perusahaan serta dapat tumbuh dan berkembang. Untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin tinggi, perusahaan dituntut melakukan berbagai perubahan dan perbaikan pada seluruh komponen perusahaan. Perbaikan dilakukan dengan terlebih dahulu mengukur dan mengevaluasi sistem atau manajemen yang ada.

Perusahaan asuransi yang dapat menjaga sustainbilitasnya dalam menjalankan usaha adalah perusahaan yang dapat menerapkan manajemen assurance dengan baik yang melibatkan pihak-pihak internal seperti manajemen risiko, manajer dan internal audit (SPI). Pengelolaan risiko usaha asuransi menjadi mutlak untuk mengendalikan risiko dalam penutupan asuransi atas suatu obyek asuransi. Analisis underwriting yang menjalankan prinsip kehati-hatian (prudential priciples) dapat mengurangi kejadian default yang menyebabkan klaim dan risiko lainnya. Berbagai cara pengelolaan risiko dapat dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan proses bisnis dan karakteristik usaha.

Pengelolaan risiko biasanya ditujukan pada risiko-risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan yaitu antara lain risiko strategik, risiko operasional, risiko bisnis, risiko keuangan dan risiko eksternal. Pengelompokan risiko aggregat ini untuk masing-masing perusahaan dapat berbeda sesuai dengan proses bisnis dan karakter usaha. Secara umum, risiko korporat yang bergerak di bidang asuransi/penjaminan kredit dapat di bagi atas 2 (dua) bentuk risiko yang didasarkan pada jenis kegiatan, yaitu risiko non-transaksional dan risiko transaksional.

Pengelolaan risiko non-transaksional diterapkan untuk mengelola risiko-risiko yang tidak melakukan kegiatan transaksional antara lain seperti kelompok risiko strategis, risiko bisnis, risiko operasional, risiko keuangan, risiko regulasi, risiko hukum dan risiko reputasi. Pengelolaan risiko non-transaksional ini merupakan salah satu aplikasi dari penerapan manajemen risiko korporat (Enterprise Risk Management) yang mencakup seluruh risiko yang dihadapi korporat namun tidak mencakup kegiatan transaksional. Pengelolaan risiko pada kegiatan non-transaksional ini dilakukan oleh petugas yang disebut Risk Contact Person (RCP). Adapun media yang dapat digunakan untuk pelaporan risiko oleh RCP dapat berbentuk website interaktif, yang efektif dan efisien untuk perusahaan yang memiliki kantor cabang yang tersebar luas di Indonesia.

Sedangkan untuk kegiatan transaksional adalah suatu kegiatan yang melibatkan perusahaan dengan 1 (satu) orang/pihak atau lebih yang didasari oleh perikatan/hukum dimana terjadi transfer/perpindahan uang dan non-uang (barang/jasa) antar pihak yang terlibat. Kegiatan yang termasuk kegiatan transaksional dalam usaha asuransi/penjaminan kredit antara lain berupa ; kegiatan akseptasi/penutupan bisnis, penyelesain klaim, pengadaan barang & jasa dan investasi.

Oleh karena itu, dalam pengelolaan risiko transaksional, metode four eyes principles diimplementasikan dengan cara unit manajemen risiko ikut andil dalam memberikan opini risiko (risk review) selama proses pengambilan keputusan. Fokus penerapan four eyes principles dilakukan oleh Komite, melalui review dan pemberian persetujuan transaksi, baik untuk penutupan asuransi kredit/suretyship dan transaksi lainnya (penyelesaian klaim dan investasi) yang dilakukan oleh minimal 2 (dua) orang pemegang kewenangan pemutus yaitu, 1 (satu) orang dari unit operasional/ bisnis/supporting unit (untuk kegiatan investasi) dan 1 (satu) orang dari unit manajemen risiko atau dikenal sebagai Risk Officer (RO). Peranan perwakilan dari unit manajemen risiko dalam membantu Komite tersebut bersifat tidak mengikat dan hanya memberikan rekomendasi dan opini risiko agar pengelolaan risiko berjalan sebagaimana mestinya. Fokus penerapan four eyes principles (FEP) dalam pengelolaan risiko untuk sementara ini dalam perusahaan asuransi/penjaminan kredit yang memiliki produk suretyship (termasuk customs bond dan asuransi kredit perdagangan) dan asuransi kredit (kredit komersil dan mikro) adalah:

  1. Transaksi operasional/bisnis pada produk perusahaan Suretyship dan Asuransi Kredit. Sasaran FEP pada transaksi bisnis ini adalah bersifat optionaldan fokus pada nilai plafond/nilai penjaminan dalam jumlah relatif besar/bersifat corporate atau transaksi bisnis yang diperkirakan memerlukan pengelolaan risiko yang lebih intens melalui mekanisme keputusan Komite penutupan bisnis baik di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang.
  2. Transaksi pada pengadaan barang dan jasa. Implementasi FEP ini dijalankan dengan menggunakan Komite Pengadaan Barang dan Jasa dimana minimal ada 2(dua) orang yaitu ada 1 (satu) orang dari unit Manajemen Risiko (RO) dan 1 (satu) orang dari Divisi SDM atau ditambah dengan 1 (satu) orang dari unit kerja terkait sesuai kebutuhan perusahaan. Komite pengadaan barang dan jasa bisa dijalankan pada kantor pusat atau kantor cabang sesuai dengan kebutuhan perusahaan agar comply dengan ketentuan/peraturan internal dan eksternal.
  3. Transaksi pada kegiatan Investasi. Implementasi FEP dilakukan melalui Komite Investasi yang dibentuk minimal 2 (dua) orang dimana salah satu anggota Komite Investasi tersebut berasal dari unit manajemen risiko (RO) dan 1 (satu) orang dari unit investasi terkait.

Tujuan PenerapanFour Eyes Principles

  1. Penerapan four eyes principleselain untuk mengelola risiko juga bertujuan agar pelaksanaan penutupan/akseptasi asuransi dapat berjalan sesuai dengan ketentuan/kebijakan perusahaan dan regulasi dari pemerintah (compliance).
  2. Sebagai salah satu cara pengelolaan risiko terutama pada proses akseptasi asuransi yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian yang dapat mengurangi risiko klaim, risiko keuangan, risiko hukum dan risiko lainnya yang merugikan perusahaan.
  3. Sebagai alat bagi manajemen untuk mengamankan pelaksanaan kebijakan dalam bisnis dari risiko-risiko yang merugikan.

Oleh: Mulyono,SE,MM,CRMP,BCMCP