• Call Us +62 21 5790 3535

Penerapan Four Eyes Principles Dalam Manajemen Risiko Perusahaan (Bagian II)

Mekanisme Penerapan Four Eyes Principles (FEP)

Secara umum, mekanisme penerapan four eyes principles yang dilakukan oleh Risk Officer (RO) untuk membantu memberikan opini risiko kepada Komite, namun memiliki tugas dan tanggung jawab tersendiri yang mewakili kepentingan pengelolaan risiko secara korporat.

Penerapan four eyes principles (FEP) pada Komite Penutupan Bisnis mencakup seluruh produk perusahaan asuransi/penjaminan kredit baik di Kantor Pusat maupun di Kantor Cabang sesuai dengan ketentuan Batas Kewenangan Pemutus yang berlaku.

Alur kerja Risk Officer (RO) dalam Komite Penutupan Bisnis untuk masing-masing kantor pusat dan kantor cabang berbeda sesuai dengan struktur organisasi dan batas kewenangan pemutus Komite, namun secara umum alur kerja Risk Officer (RO) adalah sebagai berikut:

Permohonan penutupan/akseptasi dari nasabah perusahaan asuransi/penjaminan kredit yang direspon oleh unit kerja operasional dianalisis oleh analis underwriting sesuai dengan prinsip kehati-hatian (prudential principles). Hasil analisis underwriting ini akan dianalisis kembali oleh RO yang hasilnya akan diserahkan ke Komite untuk mengambil suatu keputusan akseptasi berbasis risiko. Seluruh anggota Komite menerima hasil underwriting tersebut untuk dianalisis lebih lanjut berdasarkan kompetensi masing-masing.

  1. RO sebagai pihak independen membantu Komite untuk melakukan pengecekan hasil underwriting tersebut agar sesuai dengan ketentuan analisis underwriting yang berlaku dalam SOP serta melakukan analisis risiko atas berbagai kemungkinan risiko yang muncul dari permohonan akseptasi yang diajukan oleh nasabah.
  2. RO memberikan rekomendasi dan hasil analisis risiko kepada Komite dengan menggunakan formulir analisis risiko yang telah disediakan untuk masing-masing produk agar perwakilan unit operasional yang melakukan proses akseptasi dapat mengambil keputusan menolak atau menyetujui permohonan akseptasi tersebut.
  3. Sifat rekomendasi dan opini risiko yang diberikan oleh RO adalah bersifat tidak mengikat dan independen.
  4. RO melakukan input data terhadap hasil kegiatannya dalam Komite tersebut ke dalam program aplikasi four eyes principles (FEP)yang telah disediakan secara lengkap dan benar. Proses input data hasil kegiatan RO dalam Komite di seluruh kantor cabang dan kantor pusat dapat disimpan dalam suatu database sehingga dapat dilakukan monitor dan evaluasi oleh unit manajemen risiko di kantor pusat.

Sasaran/Target Penerapan Four Eyes Principles (FEP) Berdasarkan Klasifikasi Nilai Pertanggungan, Plafond Kredit, Limit Credit, dan Limit of Liabilities

Dalam jangka panjang, penerapan FEP diarahkan pada seluruh unit kerja baik di kantor pusat maupun kantor cabang. Penerapan FEP ini juga difokuskan pada klasifikasi nilai pertanggungan, plafond kredit, limit kredit dan limit liabilitas tertentu yang dianggap besar dan berisiko pada masing-masing produk sesuai batasan klasifikasi nilai pertanggungan yang tercantum pada ketentuan internal perusahaan tentang pendelegasian wewenang untuk mengusulkan, menilai, memutus dan menandatangani Polis/Sertifikat seluruh produk Perusahaan yang diperkirakan membutuhkan pengelolaan risiko secara intens melalui mekanisme pengambilan keputusan di Komite-Komite khususnya Komite Penutupan Bisnis. Klasifikasi nilai pertanggungan, palfond kredit, limit kredit dan limit liabilitas yang menjadi fokus penerapan FEP ini akan dievaluasi setiap tahun sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perusahaan dalam pengelolaan risiko transaksional.

Formulir Analisis Risiko yang digunakan dalam Komite

Setelah menentukan sasaran penerapan FEP berupa nilai pertanggungan, plafond kredit, limit kredit dan limit liabilitas pada masing-masing produk di masing-masing kantor cabang dan kantor pusat seperti uraian di atas, maka RO memberikan rekomendasi dan opini risiko dengan menggunakan formulir rekomendasi dan analis risiko.

Penutup

Tujuan akhir dari penerapan FEP dalam proses penutupan bisnis, penyelesaian klaim dan pengelolaan investasi yang dilakukan oleh unit operasional/bisnis/unit investasi di seluruh unit kerja adalah agar ada pengelolaan risiko menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat mengurangi risiko yang dihadapi perusahaan.

Disamping itu, penerapan FEP diperuntukan agar penerapan Good Corporate Governance (GCG) berjalan dengan efektif yang pada akhirnya akan meningkatkan value perusahaan. Dengan demikian, peran aktif seluruh jajaran di perusahaan baik di kantor pusat maupun di kantor cabang (terutama RO) sangat dibutuhkan dalam penerapan FEP, didukung yang dengan karakter yang memiliki integritas yang tinggi, profesional dan comply dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Oleh: Mulyono,SE,MM,CRMP,BCMCP