Merupakan proteksi yang diberikan Asuransi ASEI (selaku penanggung) kepada Bank (selaku
tertanggung) atas risiko kegagalan Debitur di dalam melunasi fasilitas kredit atau
pinjaman tunai (cash loan) seperti kredit modal kerja, kredit perdagangan dan lain-lain
yang diberikan oleh Bank.
Bersifat bi-party agreement antara Bank dengan Asuransi ASEI. Dalam
hal ini Debitur tidak termasuk para pihak dalam perjanjian pertanggungan
atas kredit yang disalurkan bank kepada Debitur.
Apa saja jenis-jenis Asuransi Kredit?
Produk asuransi kredit Asuransi ASEI digolongkan sebagai berikut :
Asuransi atas Pinjaman Tunai (Cash Loan):
Asuransi Kredit Modal Kerja
Diberikan oleh Perbankan (KMK/Transaksional)
Asuransi Kredit Modal Kerja Ekspor
Diberikan oleh Perbankan untuk kegiatan ekspor (KMKE/Pre-shipment
Export Financing)
Penjaminan atas Pinjaman Tidak Tunai (Non Cash Loan)
Jaminan Pembukaan L/C Impor
Jaminan yang diberikan oleh ASEI kepada Bank Pembuka L/C Impor
untuk kepentingan applicant dalam hal terjadi kegagalan pembayaran
L/C Impor (payment default).
Jaminan Pembukaan SKBDN
Jaminan yang diberikan oleh ASEI kepada Bank Pembuka SKBDN (Surat
Kredit Berdokumen Dalam Negeri / L/C Impor) untuk kepentingan
applicant dalam hal terjadi kegagalan pembayaran SKBDN (payment
default).
Jaminan Ulang Bank Garansi (Counter Guarantee)
Jaminan yang diberikan ASEI kepada Bank Penerbit Bank Garansi untuk
kepentingan nasabah (debitur) apabila nasabah mengalami wanprestasi.
Manfaat Asuransi Kredit dan Penjaminan Kredit
a. Bagi Perbankan
Transaksi yang tidak bankable menjadi bankable
Transaksi yang tidak bankable karena tidak memenuhi persyaratan collateral
akan tetapi feasible dapat dibantu dengan adanya asuransi kredit dari
Asuransi ASEI. Asuransi atau penjaminan kredit dari Asuransi ASEI
dapat menggantikan sebagian collateral yang diperlukan perbankan dalam
mendukung pemberian kredit kepada sektor riil.
Untuk transaksi non-cash loan khususnya, tergantung kepada penilaian
risiko berdasarkan risks assessment Asuransi ASEI yang juga mempertimbangkan
risks analysis dari bank, Asuransi ASEI dapat memberikan:
Pertanggungan 70% sampai 100% dari nilai non-cash loan yang
diberikan oleh bank;
Persyaratan collateral yang lebih ringan bagi nasabah (misalnya
cash collateral 20% sampai dengan 40%, ditambah fixed assets atau
fiducia atas stock).
Mengurangi risks premium sehingga lending rate dapat lebih kompetitif
Risiko kredit yang dialihkan kepada Asuransi ASEI dapat diperhitungkan
sebagai penurunan unsur risiko dalam pricing suku bunga (mengurangi
risks premium).
Pengurangan bobot ATMR 50%
Bobot ATMR atas kredit yang diasuransikan atau dijaminkan kepada Asuransi
ASEI sebagai BUMN di bidang asuransi dan penjaminan kredit dihitung
sebesar 50% (lima puluh persen), sehingga semakin besar kredit yang
diasuransikan atau dijaminkan ke Asuransi ASEI akan dapat memberikan
pengaruh positif kepada perhitungan CAR perbankan.
Fee-based income dan penempatan cash collateral
Bank dapat mengembangkan fee-based income (fasilitas non-cash loan),
dan cash collateral akan ditempatkan pada bank sehingga bank dapat
menarik manfaat dari penempatan deposito pada bank.
Safety net perbankan – menghindari 100% own retention
Dengan memanfaatkan fasilitas Asuransi ASEI, Bank telah mengembangkan
strategic parthership yang kuat dengan salah satu jaring pengaman
(safety net) perbankan terhadap risiko atas kredit yang disalurkannya.
Bank tidak harus menanggung sendiri keseluruhan beban kerugian (100%
own retention) yang dalam jangka panjang dapat berakibat catashtropical
risks, dengan cara mengalihkan kemungkinan risiko kerugian kepada
Asuransi ASEI. Dengan strategic parthership yang kuat maka akan semakin
kuat kemampuan kapasitas Asuransi ASEI, sehingga daya dukung safety
net Asuransi ASEI terhadap perbankan juga dapat semakin meningkat.
Kemungkinan pengembangan kerjasama refinancing
Perbankan dapat mengembangkan kerjasama refinancing khususnya untuk
kredit ekspor atau impor yang bersifat pre-shipment atau post-shipment
dengan tingkat bunga yang kompetitif dengan bank-bank asing atau bank-bank
atau lembaga-lembaga keuangan di luar negeri, sehingga lending rate
dari perbankan nasional dapat semakin kompetitif. Asuransi ASEI akan
mendukung melalui internasional network Asuransi ASEI dengan export
credit agencies (ECA) antara lain: Coface-Perancis, EulerHermes-Jerman,
Atradius-Belanda (sebelumnya benama NCM); EFIC-Australia; EDC-Canada;
US Exim-USA; Nexi-Jepang; KEIC-Korea; Sinosure-China; HKEC-Hongkong;
TEBC-Taiwan, dan lain-lain.
Second opinion dalam analisa pemberian kredit
Asuransi ASEI melakukan risks assessment terhadap pertanggungan yang
akan diberikan perbankan kepada Asuransi ASEI. Dengan demikian bank
akan memperoleh second opinion dari Asuransi ASEI sebagai lembaga
penjaminan kredit sebelum suatu credit line diberikan kepada debitur
Clients referrals
Asuransi ASEI akan dapat memberikan referrals atas nasabah-nasabah
yang memiliki track record baik untuk dapat memanfaatkan fasilitas
bank.
Fungsi intermediasi perbankan meningkat
Bank-bank lebih kompetitif, berani dan bergairah di dalam menyalurkan
kredit kepada sektor riil termasuk usaha yang bergerak dalam kegiatan
ekspor non-migas, dengan adanya proteksi kredit serta incentive (non-subsidi,
berupa antara lain, adanya jaminan atas risiko kredit dengan biaya
rendah, perhitungan ATMR serta pengurangan risks premium, transaksi
yang non-bankable dapat menjadi bankable). Dengan demikian fungsi
intermediasi perbankan khususnya untuk pembiayaan sektor riil akan
dapat ditingkatkan yang akan tercermin dari tingkat LDR.
Bagi Sektor Riil / Debitur
Sektor riil akan terbantu likuiditasnya dengan adanya produk Asuransi ASEI yang menjadi
jembatan penghubung antara sektor riil dan perbankan.
Competitiveness sektor riil akan terbantu melalui:
Likuiditas yang cukup serta fasilitas kredit dengan tingkat bunga yang lebih
baik, karena adanya pembiayaan bank yang didukung oleh Asuransi ASEI;
Kemampuan sektor riil khususnya yang berorientasi ekspor di dalam penetrasi
ke pasar-pasar non-tradisional yang risikonya umumnya lebih tinggi, dapat didukung
dengan adanya proteksi Asuransi ASEI;
Eksportir dapat lebih berani menawarkan terms of payment yang lebih lunak
misalnya Usance L/C atau Non-L/C dengan adanya proteksi Asuransi ASEI.
Sektor riil termasuk usaha ekspor dapat meningkatkan usahanya dengan lebih
kompetitif, leluasa dan lebih aman.
Sektor riil pada umumnya terbantu, termasuk sektor riil yang berorientasi ekspor
semakin kompetitif, sehingga ekspor non-migas dapat diharapkan meningkat lebih baik,
yang pada gilirannya akan meningkatkan cadangan devisa negara, dan kondisi industri
serta investasi membaik.
Lapangan kerja baru tercipta sehingga mengurangi tingkat pengangguran.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ext.180 atau email ke olly@asei.co.id
-------------------------------------------------------------------------------------------------------