Newsroom

  1. Home

  2. Newsroom

Informasi Ekspor
Pengumuman Tender Umum

Pengumuman Tender Umum

Download Dokumen

Selengkapnya

> 1,527 31 Jul 2026
ASEI Dorong Eksportir Kelola Risiko Perdagangan Internasional melalui Trade Credit Insurance

ASEI Dorong Eksportir Kelola Risiko Perdagangan Internasional melalui Trade Credit Insurance

Jakarta, 28 Juli 2026 – PT Asuransi ASEI Indonesia (ASEI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan daya saing ekspor nasional melalui edukasi mengenai mitigasi risiko perdagangan internasional. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bersapa Ekspor yang diselenggarakan oleh Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai institusi yang berperan dalam ekosistem ekspor nasional, yaitu Agnes Rahadian, National Interest Account Department Head Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank), yang memaparkan dukungan pembiayaan ekspor bagi pelaku usaha, serta Kartika Sari, Ketua Tim Kerja Fasilitasi Perdagangan Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan RI, yang menjelaskan berbagai program fasilitasi perdagangan untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia. Sementara itu, Mutia Safitri, Kepala Bagian Pemasaran Asuransi Perdagangan PT Asuransi ASEI Indonesia, menyampaikan pentingnya mitigasi risiko perdagangan internasional melalui pemanfaatan Trade Credit Insurance. Dalam paparannya, Mutia menjelaskan bahwa aktivitas perdagangan internasional memiliki tingkat risiko yang lebih kompleks dibandingkan perdagangan domestik. Di tengah dinamika geopolitik global, kebijakan tarif, hingga konflik antarnegara yang memengaruhi stabilitas perdagangan, eksportir dituntut untuk memiliki strategi mitigasi risiko yang tepat agar kegiatan bisnis tetap berjalan secara berkelanjutan. Sebagai Export Credit Agency (ECA) Indonesia, ASEI berperan memberikan perlindungan terhadap risiko perdagangan melalui berbagai solusi asuransi yang dirancang untuk mendukung pelaku ekspor, khususnya sektor nonmigas. Bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), ASEI menjadi bagian dari ekosistem pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekspor nasional melalui pembiayaan dan mitigasi risiko. ASEI mengidentifikasi sedikitnya lima kelompok risiko utama yang dihadapi eksportir, yakni risiko finansial, logistik, regulasi, politik, dan digital. Masing-masing risiko memerlukan pendekatan mitigasi yang berbeda, mulai dari pemilihan metode pembayaran yang lebih aman, pengelolaan risiko nilai tukar, penggunaan cargo insurance, hingga pemanfaatan Trade Credit Insurance (TCI) sebagai perlindungan terhadap risiko gagal bayar dari pembeli di luar negeri. Menurut Mutia, risiko gagal bayar merupakan salah satu tantangan terbesar dalam transaksi ekspor. Melalui Trade Credit Insurance, eksportir memperoleh perlindungan atas piutang dagang apabila pembeli tidak mampu memenuhi kewajibannya, baik karena risiko komersial maupun risiko politik. Kehadiran perlindungan ini diharapkan dapat menjaga arus kas perusahaan sehingga pelaku usaha dapat terus mengembangkan pasar ekspornya dengan lebih percaya diri. Selain memberikan perlindungan risiko, ASEI juga mendorong para pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk aktif mengikuti program pendampingan dan pelatihan ekspor. Langkah tersebut dinilai penting agar eksportir memahami setiap tahapan perdagangan internasional secara komprehensif dan mampu meminimalkan potensi kendala dalam proses ekspor. Dalam kesempatan tersebut, ASEI juga memperkenalkan berbagai solusi perlindungan yang dimiliki, meliputi Export Credit Insurance, Export Bill Insurance, Domestic Credit Insurance, serta Domestic Credit Insurance Financing. Keempat produk tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan perlindungan risiko baik pada transaksi perdagangan internasional maupun domestik. Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1985, ASEI terus memperkuat kapabilitasnya melalui keanggotaan dalam berbagai organisasi internasional, seperti Berne Union, AMAN Union, serta forum Head of Export Credit Agency (ECA) BRICS, guna memperluas jaringan kerja sama dan meningkatkan kualitas layanan bagi eksportir Indonesia. Melalui kegiatan edukasi seperti Bersapa Ekspor, ASEI berharap semakin banyak pelaku usaha memahami pentingnya manajemen risiko dalam perdagangan internasional. Dengan perlindungan yang tepat, eksportir Indonesia diharapkan mampu memperluas pasar global secara lebih aman, berkelanjutan, dan berdaya saing, sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan kinerja ekspor.

Selengkapnya

> 1,538 28 Jul 2026
Batam Global Trade Forum 2026 : ASEI Dorong Pelaku Usaha Perkuat Ketahanan Bisnis Menghadapi Ketidakpastian Global

Batam Global Trade Forum 2026 : ASEI Dorong Pelaku Usaha Perkuat Ketahanan Bisnis Menghadapi Ketidakpastian Global

Batam, 14 Juli 2026 – PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam Batam Global Trade Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri bertempat di Aston Batam Hotel & Residence. Mengusung tema "Resilient Growth 2026: Navigating Global Turbulence & Future Proofing Your Business in a Volatile World", forum ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku usaha, eksportir, regulator, serta pemangku kepentingan untuk membahas berbagai tantangan dan peluang bisnis di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks. Acara menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai institusi, di antaranya Dendi Ramdani-Head of Industry & Regional Research, Office of Chief Economist Bank Mandiri, Rony Widijarto – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau, Wahyu Eka Putra – Kepala Kantor Imigrasi Batam, dan Agus Sulih Purwanto – Director Operational & Business Development ASEI. Dalam kesempatan tersebut, Agus Sulih Purwanto, menyampaikan pentingnya penerapan manajemen risiko sebagai fondasi utama bagi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan usaha, khususnya bagi pelaku bisnis yang bergerak di sektor perdagangan internasional. Menurutnya, kondisi geopolitik, perlambatan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, hingga meningkatnya risiko gagal bayar menjadi tantangan nyata yang perlu diantisipasi melalui strategi mitigasi risiko yang tepat. Sebagai Export Credit Agency (ECA) Indonesia, ASEI terus berkomitmen mendukung pertumbuhan perdagangan nasional melalui berbagai solusi perlindungan risiko perdagangan, pembiayaan, dan penjaminan yang membantu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dalam memperluas pasar, baik domestik maupun internasional. Partisipasi ASEI dalam forum ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat sinergi dengan sektor perbankan, regulator, dan komunitas bisnis dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih sehat, aman, dan kompetitif. Melalui forum ini, diharapkan para pelaku usaha memperoleh wawasan mengenai perkembangan ekonomi global, kebijakan perdagangan, serta strategi adaptif dalam menghadapi tantangan bisnis di masa mendatang sehingga mampu menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Selengkapnya

> 1,496 15 Jul 2026
Manajemen Piutang untuk Asuransi Perdagangan

Manajemen Piutang untuk Asuransi Perdagangan

In House Training (IHT) Sharing Session: Manajemen Piutang untuk Asuransi Perdagangan dilakukan melalui Daring pada Kamis, 9 Juli 2026. Dalam kegiatan ini peserta peserta dapat memperdalam pemahaman tentang pengelolaan piutang sebagai langkah mitigasi risiko Asuransi Perdagangan. Sejalan dengan PSAK/IFRS, piutang dagang merupakan aset keuangan yang terpapar risiko kerugian kredit (Expected Credit Loss/ECL), sehingga perlindungan terhadap piutang usaha menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas aset, memperkuat ketahanan keuangan, dan mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang. Melalui sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai berbagai critical points dalam proses penutupan Asuransi Perdagangan, mulai dari proses pemasaran dan penjualan, underwriting serta analisis buyer/issuing bank, reasuransi, hingga penanganan klaim dan subrogasi. Program ini terus dilakukan sebagai wujud komitmen Asei untuk memberikan layanan yang profesional, terukur, dan berorientasi pada mitigasi risiko.

Selengkapnya

> 1,408 09 Jul 2026
Training Trade Credit Insurance

Training Trade Credit Insurance

Introduction to International Trade Jakarta, 18 Juni 2026. Asei kembali memperkuat kapabilitas talenta internalnya melalui kegiatan In House Training (IHT) yang berfokus pada topik Trade Credit Insurance. Program peningkatan kapasitas SDM yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini menjadi pilar utama bagi Asei dalam melakukan pengelolaan risiko perdagangan yang adaptif dan profesional kepada seluruh mitra bisnis. Melalui sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai berbagai critical points dalam proses penutupan Asuransi Perdagangan, mulai dari proses pemasaran dan penjualan, underwriting serta analisis buyer/issuing bank, reasuransi, hingga penanganan klaim dan subrogasi. Program ini terus dilakukan sebagai wujud komitmen Asei untuk memberikan layanan yang profesional, terukur, dan berorientasi pada mitigasi risiko.

Selengkapnya

> 1,348 18 Jun 2026
Inhouse Training Trade Credit Insurance

Inhouse Training Trade Credit Insurance

Strategic Intelligence for Trade Credit Risk Assessment: Decoding the Business Information Report (BIR) Kamis 21 Mei 2026, telah dilaksanakan In House Training (IHT) Asuransi Perdagangan dengan tema Strategic Intelligence for Trade Credit Risk Assessment: Decoding the Business Information Report (BIR) yang dilaksanakan secara online dengan menghadirkan Narasumber Bimar Antariksa - Indonesia Managing Director PT Visi Globalindo Data Utama. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Business Information Report (BIR) memiliki peran strategis dalam Trade Credit Insurance (TCI) sebagai alat investigasi untuk menilai profil, kondisi operasional, serta tingkat risiko buyer secara menyeluruh. Di tengah semakin kompleksnya rantai pasok global, BIR membantu perusahaan asuransi memperoleh gambaran atas identitas, legalitas, dan kapasitas pembayaran buyer guna memitigasi potensi risiko gagal bayar. Materi juga menekankan bahwa fungsi utama BIR tidak hanya terbatas pada verifikasi identitas perusahaan, tetapi juga mencakup evaluasi kemampuan pembayaran, identifikasi potensi fraud, pendeteksian permasalahan hukum, hingga pemberian early warning signals atas perubahan kondisi buyer. Informasi tersebut menjadi dasar penting bagi penjamin asuransi dalam menentukan limit kredit, menetapkan premi, serta melakukan pemantauan portofolio risiko secara berkelanjutan. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa penyusunan BIR yang berkualitas dilakukan melalui metodologi investigasi multi-sumber, mulai dari pengumpulan data publik, analisis laporan keuangan, referensi perdagangan, hingga penelusuran catatan litigasi dan kebangkrutan. Seluruh data tersebut kemudian dianalisis untuk menghasilkan wawasan yang mendukung pengambilan keputusan underwriting yang lebih akurat. Melalui sesi ini, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai aspek-aspek penting dalam membaca BIR, seperti tren keuangan, struktur kepemilikan, perilaku pembayaran historis, serta identifikasi red flags yang perlu diwaspadai, termasuk penurunan pendapatan signifikan, tingginya pergantian manajemen, dan keterlambatan pembayaran yang berulang. Kegiatan IHT ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi peserta dalam melakukan penilaian risiko secara lebih komprehensif, sehingga mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat dan pengelolaan risiko yang semakin optimal dalam pengembangan bisnis asuransi perdagangan.

Selengkapnya

> 1,296 21 Mei 2026
Inhouse Training Trade Credit Insurance; “Sales + Underwriting = Profitable Growth”

Inhouse Training Trade Credit Insurance; “Sales + Underwriting = Profitable Growth”

Jakarta, 7 Mei 2026 — Kolaborasi Strategis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan dan Kualitas Risiko yang Lebih Baik Dalam upaya meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan wawasan sumber daya manusia terkait produk Trade Credit Insurance (TCI), PT Asuransi Asei Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Trade Credit Insurance bertajuk “Sales + Underwriting = Profitable Growth – How Better Collaboration Drives Sustainable Growth and Risk Quality.” Kegiatan ini menghadirkan praktisi Trade Credit Insurance di tingkat global sebagai narasumber yang membagikan pengalaman, insight industri, serta strategi pengelolaan risiko dalam menghadapi dinamika dunia bisnis dan perdagangan yang terus berkembang. Acara dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh insan Asuransi Asei dari berbagai unit kerja dan wilayah operasional. Trade Credit Insurance (TCI) merupakan solusi perlindungan piutang dagang yang berperan penting dalam menjaga keamanan transaksi jual beli, baik domestik maupun ekspor. Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian, pemahaman terhadap pengelolaan risiko kredit perdagangan menjadi semakin penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai pentingnya sinergi antara fungsi sales dan underwriting dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang profitable sekaligus menjaga kualitas risiko perusahaan. Kolaborasi yang kuat antar fungsi dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan keputusan bisnis yang lebih optimal, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan. Selain membahas aspek teknis dan strategi pengembangan bisnis Trade Credit Insurance, sharing session ini juga menjadi wadah diskusi interaktif terkait tantangan industri, tren risiko perdagangan, serta pendekatan mitigasi risiko yang adaptif terhadap perubahan pasar global. PT Asuransi Asei Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program pengembangan kompetensi sebagai bagian dari transformasi perusahaan dalam menghadirkan layanan asuransi perdagangan yang profesional, inovatif, dan terpercaya bagi pelaku usaha nasional maupun internasional. Melalui penguatan kompetensi dan kolaborasi internal yang berkelanjutan, PT Asuransi Asei Indonesia optimistis dapat terus mendukung pertumbuhan perdagangan Indonesia melalui solusi perlindungan risiko yang relevan dan berdaya saing tinggi.

Selengkapnya

> 1,182 07 Mei 2026
ASEI Teken Komitmen Bersama Implementasi Program Penggunaan Jaminan Nontunai Elektronik

ASEI Teken Komitmen Bersama Implementasi Program Penggunaan Jaminan Nontunai Elektronik

Jakarta, 29 April 2026 — PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) turut menghadiri kegiatan Launching Program Inisiatif Penggunaan Jaminan Nontunai Elektronik yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Dalam kegiatan tersebut, ASEI diwakili oleh Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis, Agus Sulih Purwanto. Kehadiran ASEI menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi sistem jaminan berbasis elektronik yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pada kesempatan tersebut, ASEI juga melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program penggunaan jaminan nontunai elektronik di lingkungan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan efisiensi, transparansi, serta kemudahan dalam proses penjaminan, khususnya dalam kegiatan kepabeanan. Implementasi jaminan nontunai elektronik juga menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital layanan publik di sektor kepabeanan. Partisipasi ASEI dalam kegiatan ini menegaskan peran perusahaan sebagai mitra strategis dalam mendukung ekosistem perdagangan nasional, khususnya melalui penyediaan solusi penjaminan yang adaptif dan berbasis teknologi.

Selengkapnya

> 1,045 29 Apr 2026
ASEI dan PANI Jalin Kerja Sama Strategis

ASEI dan PANI Jalin Kerja Sama Strategis

Jakarta, 29 April 2026 — PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Pialang Asuransi Nasional Indonesia Jaya (PANI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dilaksanakan di Menara Kadin Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama ASEI, Achmad Sudiyar Dalimunthe, yang didampingi oleh Direktur SDM dan Manajemen Risiko, Novis Asria. Sementara itu, dari pihak PANI, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama, Mochammad Auditya Brilliant, didampingi oleh Direktur Pemasaran, Dimas Prabu Pringgondani, serta Direktur Bisnis, Adri Istambul Lingga Gayo. Perjanjian kerja sama ini mencakup seluruh lini bisnis ASEI, meliputi asuransi perdagangan, asuransi umum, asuransi kredit, serta penjaminan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan penetrasi pasar, serta menghadirkan solusi perlindungan yang lebih komprehensif bagi pelaku usaha di berbagai sektor. Sinergi antara ASEI dan PANI juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri asuransi nasional, khususnya dalam mendukung kebutuhan manajemen risiko yang semakin dinamis. Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses terhadap produk asuransi yang kompetitif.

Selengkapnya

> 1,092 29 Apr 2026
ASEI Berpartisipasi dalam Forum BRICS Bahas Penguatan Dukungan bagi UKM di Perdagangan Global

ASEI Berpartisipasi dalam Forum BRICS Bahas Penguatan Dukungan bagi UKM di Perdagangan Global

Jakarta, 27 April 2026 — PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) turut berpartisipasi dalam forum BRICS yang membahas penguatan ekosistem pendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam perdagangan global. Forum yang diselenggarakan secara virtual ini mempertemukan delegasi dari Indonesia, India, Brasil, Tiongkok, Rusia, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, dan Iran, sebagai wadah kolaborasi strategis antar negara dalam memperkuat peran lembaga pendukung perdagangan, termasuk lembaga penjaminan dan pembiayaan ekspor, dalam mendorong pengembangan UKM berorientasi ekspor. Sebagai perusahaan yang menjalankan fungsi Export Credit Agency (ECA), partisipasi ASEI dalam forum ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha nasional khususnya UKM, agar semakin siap menembus pasar internasional melalui dukungan mitigasi risiko, penjaminan, serta solusi pendukung ekspor. Kehadiran ECA menjadi enabler utama bagi UKM untuk masuk ke pasar global melalui pembiayaan, mitigasi risiko, dan fasilitasi pangsa pasar. Peran ECA di negara-negara BRICS dalam mendukung UKM sangat strategis, tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan dan proteksi risiko, tetapi juga dalam meningkatkan akses pasar global serta memperkuat daya saing ekspor. Dengan adanya dukungan ECA, UKM tidak hanya memiliki peluang untuk melakukan ekspansi bisnis ekspor, tetapi juga mampu naik kelas dari pemain domestik menjadi bagian dari global value chain, sekaligus berkontribusi langsung terhadap peningkatan nilai ekspor nasional. Melalui forum ini, para peserta juga berbagi pengalaman dan praktik terbaik terkait peran ECA di masing-masing negaranya dalam mendukung perdagangan internasional yang berkelanjutan, termasuk bagaimana ECA dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan UKM sebagai motor penggerak perekonomian. Bagi ASEI, keikutsertaan dalam forum BRICS tidak hanya menjadi bagian dari penguatan jejaring internasional, tetapi juga sejalan dengan mandat perusahaan sebagai ECA Indonesia untuk mendukung ekspor nasional, memperluas akses pasar bagi para eksportir, serta memperkuat ekosistem pembiayaan dan penjaminan ekspor yang lebih kompetitif. Partisipasi ini sekaligus menegaskan komitmen ASEI untuk terus berkontribusi aktif dalam forum internasional, memperkuat kolaborasi dengan mitra global, serta mendorong UKM Indonesia untuk naik kelas dan berperan lebih besar dalam rantai perdagangan dunia.

Selengkapnya

> 1,034 28 Apr 2026
ASEI Gelar Halal Bihalal Bersama Pensiunan, Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan

ASEI Gelar Halal Bihalal Bersama Pensiunan, Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan

Jakarta, 18 April 2026 — PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal bersama para pensiunan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat hubungan silaturahmi dan menjaga ikatan kekeluargaan dengan seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel 101 Urban, Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran manajemen, karyawan, serta para pensiunan ASEI. Acara Halal Bihalal ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan emosional antara perusahaan dengan para purna bakti yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam perjalanan dan perkembangan ASEI. Dalam suasana yang penuh keakraban dan kebersamaan, seluruh peserta berkesempatan untuk saling bersilaturahmi, bertukar pengalaman, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi budaya perusahaan. Penyelenggaraan kegiatan ini juga mencerminkan komitmen ASEI dalam menjaga hubungan berkelanjutan dengan para pensiunan sebagai bagian integral dari keluarga besar perusahaan. Kehadiran para pensiunan tidak hanya menjadi simbol keberlanjutan nilai-nilai perusahaan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan kinerja dan dedikasi yang telah dibangun sebelumnya. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan Halal Bihalal ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan atas dedikasi dan kontribusi para pensiunan selama masa pengabdian mereka di ASEI. Perusahaan berharap kegiatan ini dapat terus memperkuat sinergi lintas generasi serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan soliditas keluarga besar ASEI dalam menjalin hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.

Selengkapnya

> 923 18 Apr 2026
ASEI Teken Kerjasama dengan PT Perikanan Indonesia dan CV Bhumiagri Nawasena Perkasa

ASEI Teken Kerjasama dengan PT Perikanan Indonesia dan CV Bhumiagri Nawasena Perkasa

Jakarta, 10 April 2026 — PT Asuransi Asei Indonesia (ASEI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Perikanan Indonesia dan CV Bhumiagri Nawasena Perkasa di Gedung Kantor Perindo Jakarta. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keamanan, kepastian, dan keberlanjutan transaksi perdagangan, khususnya dalam mitigasi risiko kegagalan pembayaran atas transaksi domestik maupun ekspor. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama ASEI Achmad Sudiyar Dalimunthe, Direktur Utama Perikanan Indonesia Titik Mustikasar dan Direktur Utama  Bhumiagri Nawasena Perkasa Rully Prakasha. Penandatanganan MoU ini juga disaksikan oleh jajaran manajemen pada masing-masing perusahaan. Melalui kesepahaman ini, ASEI menegaskan perannya sebagai mitra strategis bagi dunia usaha dalam menyediakan layanan proteksi asuransi perdagangan yang dapat mendukung kelancaran aktivitas bisnis para pelaku usaha. Adapun tujuan kerja sama ini meliputi pemberian perlindungan terhadap risiko kegagalan pembayaran, peningkatan keamanan dan keberlanjutan transaksi perdagangan, dukungan terhadap akses pembiayaan berbasis asuransi, serta peningkatan kepercayaan dalam rantai perdagangan domestik maupun ekspor. Sebagai perusahaan Asuransi Umum yang memiliki spesialisasi pada Asuransi Perdagangan lebih dari 40 tahun, ASEI terus hadir memperkuat sinergi dan kerja sama dengan para pelaku usaha untuk terus bertumbuh serta dapat melakukan ekspansi bisnisnya ke berbagai wilayah dan negara dengan rasa aman. Penandatanganan ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun kolaborasi yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi penguatan perdagangan nasional, khususnya di sektor perikanan dan produk turunannya. Sinergitas dan kolaborasi ini diharapkan dapat berjalan secara optimal melalui pemanfaatan layanan proteksi perdagangan untuk mendukung kelancaran dan keamanan transaksi perdagangan yang dilakukan oleh Perikanan Indonesia dan Bhumiagri Nawasena Perkasa. Kerja sama ini juga mencerminkan sinergi antara sektor jasa keuangan dan sektor riil, khususnya industri perikanan dan perdagangan hasil perikanan. ASEI memandang bahwa penguatan mitigasi risiko transaksi perdagangan merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan kedepan. Direktur Utama ASEI, Achmad Sudiyar Dalimunthe, menyampaikan bahwa, “Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari komitmen ASEI untuk menghadirkan solusi proteksi yang relevan bagi kebutuhan dunia usaha. Melalui proteksi asuransi perdagangan, kami ingin mendukung para pelaku usaha agar dapat menjalankan transaksi dengan lebih aman, memiliki kepastian yang lebih baik, serta memperkuat keberlanjutan bisnis, baik di pasar domestik maupun ekspor.” Kolaborasi dengan Perikanan Indonesia dan Bhumiagri Nawasena Perkasa diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat rantai perdagangan hasil perikanan dan membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas dengan dukungan mitigasi risiko yang memadai. Melalui pendekatan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan kebutuhan pasar, ASEI berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem bisnis yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.

Selengkapnya

> 982 10 Apr 2026